PPID Balai Penerapan Standar Instrumen Pertanian Sulawesi Barat

Kementerian Pertanian Republik Indonesia

PPID Balai Penerapan Standar Instrumen Pertanian Sulawesi Barat

Verifikasi Data CPCL PAT Padi Pompanisasi




Mamasa- Kabupaten Mamasa memiliki potensi luas areal pengembangan tanaman padi di sawah tadah hujan yang besar. Menurut data dari Balai Besar Pengujian Standar Instrumen Sumber Daya Lahan Pertanian (BBPSISDLP), Kab. Mamasa memiliki luas lahan sawah tadah hujan seluas 6.565 ha dan data usulan PAT Pompanisasi yang telah masuk dari Dinas Pertanian Kab. Mamasa sebanyak 3.130 ha per tanggal 20 maret 2024. Akan tetapi, dalam pengembangannya terdapat kendala-kendala seperti iklim ekstrim, dukungan saprodi tidak optimal, sarana dan prasarana produksi yang kurang baik, kemampuan Sumber Daya Petani yang harus ditingkatkan dan kelembagaan tani yang belum berperan baik.

Mempertimbangkan hal tersebut, Tim Satgas Antisipasi Darurat Pangan dari BSIP Sulbar, dipimpin oleh LO Kab. Mamasa Ir. Marthen P Sirappa, M.Si melakukan Verifikasi data CPCL Perluasan Areal Tanam (PAT) Pompanisasi dan kunjungan lapang ke beberapa kecamatan/wilayah Mamasa. Verifikasi dilakukan 19-20 Maret 2024.

Hari pertama sebelum kunjungan lapang, koordinasi dilakukan di Dinas Pertanian Kabupaten Mamasa dengan Kepala Dinas, Kepala Bidang Tanaman Pangan, dan Kepala Bidang Prasarana Sarana Pertanian serta BABINSA setempat. Setelah berkoordinasi, tim BSIP Sulbar yang didampingi oleh Kabid Tanaman Pangan langsung menuju ke beberapa titik yang berada di Kec. Balla. Di Kec. Balla terdapat 45 ha lahan sawah dari 4 kelompok tani yang membutuhkan pompa. IP di Kec. Balla yaitu IP 100. Rata -rata jarak dari sumber air ke lahan sawah berkisar 200-300 meter. Di hari kedua, Tim BSIP Sulbar kembali melakukan verifikasi di Kec. Sumarorong dan didampingi langsung oleh Koordinator BPP dan Babinsa. Di Kec. Sumarorong terdapat 60 ha lahan sawah dari 4 kelompok tani yang membutuhkan pompa serta rata rata IP di Kec. Sumarorong yakni IP 100. 
 
Di kecamatan yang sama yakni di kec. Sumarorong terdapat 20 ha lahan sawah yang telah ditanami padi dengan umur 1-2 bulan terancam gagal dan sebagian telah mengering karena hanya mengandalkan hujan. Lahan ini diapit oleh 2 sungai yakni Sungai mamasa dan Sungai sumarorong. Jarak sumber air dengan lahan kurang dari 10 meter. Sebanyak 7 ha juga sudah beralih fungsi ke tanaman palawija selama 5 tahun.